Senin, 27 Juni 2016

Tanda Hubung (-)

pemakaian tanda hubung ejaan bahasa Indonesia
1. Tanda hubung menyambung suku-suku kata dasar yang terpisah oleh pergantian baris.

Misalnya:
Di samping cara-cara lama itu ju-
ga cara yang baru

suku kata yang berupa satu vocal tidak ditempatkan pada ujung baris atau pangkal baris.

Misalnya:
Beberapa pendapat mengenai masalah itu
telah disampaikan ….
Walaupun sakit, mereka tetap tidak mau
beranjak …
.

Atau

Beberapa pendapat mengenai masalah
itu telah disampaikan ….
Walaupun sakit, mereka tetap tidak
mau beranjak …
.

Bukan:
Beberapa pendapat mengenai masalah i-
tu telah disamapaikan ….
Walaupun sakit, mereka tetap tidak ma-

u beranjak ….

2. Tanda hubung menyambung awalan dengan bagian kata di belakangnya atau akhiran dengan bagian kata di depannya pada pergantian baris.

Misalnya:
Kini ada acara baru untuk meng-
ukur panas.
Kukuran baru ini memudahkan kita me-

ngukur kelapa.
Senjata merupakan alat pertahan-

an yang canggih.

Akhiran i tidak dipenggal supaya jangan terdapat satu huruf saja pada pangkal baris.

3. Tanda hubung meyambung unsur-unsur kata ulang.

Misalnya:
Anak-anak, berulang-ulang, kemerah-merahan

Angka 2 sebagai tanda ulang hanya digunakan pada tulisan cepat dan notula, dan tidak dipakai pada teks karangan.

4. Tanda hubung menyambung huruf kata yang dieja satu-satu dan bagian-bagian tanggal.

Misalnya:
p-a-n-i-t-i-a
8-4-1973


5. Tanda hubung boleh dipakai untuk memperjelas 
(i) hubungan bagian-bagian kata atau ungkapan, dan 
(ii) penghilangan baian kelompok kata.

Misalnya:
ber-evolusi, dua puluh lima-ribuan (20 x 5.000), tanggung jawab dan kesetiakawanan-sosial

Bandingkan dengan:
Be-revolusi, dua-puluh-lima-ribuan (1 x 25.000), tanggung jawab dan
kesetiakawanan sosial


6. Tanda hubung dipakai untuk merangkai 
(i) se- dengan kata berikutnya yang dimulai dengan huruf kapital, 
(ii) ke- dengan angka, 
(iii) angka dengan -an, 
(iv) singkatan berhuruf kapital dengan imbuhan atau kata, dan 
(v) nama jabatan rangkap.
(vi) kata dengan kata ganti Tuhan
(vii) huruf dan angka; dan 

(viii) kata ganti -ku, -mu, dan -nya dengan singkatan yang berupa huruf kapital

Misalnya:
se-Indonesia, se-Jawa Barat, hadiah ke-2, tahun 50-an, mem-PHK-kan, hari-H, sinar-X; Menteri-Sekretaris Negara, ciptaan-Nya, atas rahmat-Mu, D-3, S-1, S-2, KTP-mu, SIM-nya, STNK-ku

Catatan:
Tanda hubung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf.

 
Misalnya:
BNP2TKI (Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia)
LP3I (Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia)
P3K (pertolongan pertama pada kecelakaan)



7. Tanda hubung dipakai untuk merangkaikan unsur bahasa Indonesia dengan unsur bahasa daerah atau bahasa asing.

Misalnya:
di-smash, pen-tackle-an
di-sowan-i (bahasa Jawa, ‘didatangi’)
ber-pariban (bahasa Batak, ‘bersaudara sepupu’)
di-back up

8. Tanda hubung digunakan untuk menandai bentuk terikat yang menjadi objek bahasan.

Misalnya:
Kata pasca- berasal dari bahasa Sanskerta.
Akhiran -isasi pada kata betonisasi sebaiknya diubah menjadi pembetonan.



Ada sejumlah jenis kesalahan penggunaan tanda hubung, antara lain, penggunaan tanda hubung untuk menulis kata ulang; untuk memisahkan tanggal, bulan, dan tahun; untuk memisahkan huruf kecil dengan huruf besar dalam sebuah kata; atau untuk memisahkan angka dan huruf dalam satu kata. Perhatikan contoh di bawah ini!

1) Undang-Undang Nomor 43 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian
2) Rapat akan dilaksanakan tanggal 12-9-2014 di Jakarta.
3) Pertandingan itu diikuti peserta se-Jawa dan Bali.
4) Dia dikenal sebagai penulis sastra angkatan 70-an.
5) Kegiatan itu di-back up oleh pejabat setempat.


Menurut kaidah semua kata ulang ditulis dengan tanda hubung, baik kata ulang dasar maupun kata ulang berimbuhan. Ketentuan itu berlaku dalam penulisan judul karangan atau judul dokumen resmi. Dalam praktiknya penulisan kata ulang seperti makan-makan, pagi-pagi, besar-besar, atau baik-baik hampir tidak masalah. Masalah kadang-kadang muncul dalam penulisan kata ulang berimbuhan. Kadang-kadang orang menulis kata ulang berimbuhan sacara salah, misalnya, menyia nyiakan,
memata matai, atau kepura puraannya. Penulisan yang benar adalah menyia-nyiakan, memata-matai, atau kepura-puraan.

Kesalahan lain yang kadang-kadang muncul adalah penulisan judul karangan atau dokumen seperti pada kalimat (1). Contoh penulisan kata ulang pada kalimat (1) sudah benar. Namun, penulisannya sering salah menjadi kata Undang-undang dan Pokok-pokok.

Penggunaan tanda seperti pada kalimat (2) sudah benar. Akan tetapi, dalam praktiknya kadang-kadang salah, misalnya, tanggal 12-September-2014. Jika nama bulan ditulis lengkap, tanda hubung tidak lagi digunakan. Penulisan yang benar adalah tanggal 12 September 2014.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bahwa meskipun tanggal, bulan, dan tahun yang ditulis dengan angka itu benar, untuk surat dinas digunakan nama bulan, bukan dengan angka. Alasannya adalah bahwa nama bulan lebih mencerminkan keresmian. Di samping itu, untuk jenis surat tertentu pencantuman nama bulan lebih aman.

Pengaturan kaidah tanda hubung selanjutnya adalah penggunaan tanda hubung pada pertemuan huruf kecil dengan huruf kapital atau huruf dengan angka dalam sebuah kata. Contoh pada kalimat (3) dan (4) sudah benar. Dalam praktiknya penerapan kaidah tanda hubung jenis ini juga kadang-kadang salah. Penulisan seperti HUT ke 67 RI, se DKI Jakarta, atau tahun 50an merupakan contoh penulisan yang salah. Seharusnya, yang benar adalah HUT ke-67 RI, se-DKI Jakarta, atau tahun 50-an.

Ada satu kaidah tanda hubung lagi, yaitu tanda hubung di antara imbuhan bahasa Indonesia yang diikuti kata asing atau kata daerah. Contoh penulisan pada kalimat (5) merupakan contoh penulisan yang benar. Sejalan dengan itu, penulisan yang benar adalah

di-peusijuk (Aceh/‟ditepungtawari‟), 
di-sowan-i (Jawa/‟didatangi‟),
ber-pariban (Batak/‟bersaudara sepupu‟)


adalah contoh penulisan yang juga benar.

Baca juga:
Tanda Garis Miring (/)
Tanda Petik Tunggal (‘…’)
Tanda Petik (“…”)
Tanda Kurung Siku ([…])
Tanda Kurung ((…))
Tanda Seru (!)
Tanda Tanya (?)
Tanda Elipsis (…)
Tanda Pisah (―)
Tanda Hubung (-)
Tanda Dua Titik (:)
Tanda Titik Koma (;)
Pemakaian Tanda Koma (,)
Pemakaian Tanda Titik (.)
Tanda Apostrof (')

0 komentar:

Posting Komentar